Bank Indonesia Sebut Dampak PON XX Langsung Dirasakan Pelaku Usaha dan Masyarakat Umum

Bincang Bingcang Media edisi Oktober 2021

Keterangan gambar : : Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga (kiri) memaparkan perkembangan perekonomian Papua pasca perhelatan PON XX tahun 2021. (Foto : Syahriah)

JAYAPURA, Potret.co – Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 yang telah usai digelar 2-15 Oktober lalu mampu menjadi awal pemulihan perekonomian Papua.

Pelaksanaan PON XX diprakirakan membawa peningkatan Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB sebesar Rp950 miliar sampai Rp1,5 triliun atau 0,7 – 1,10  persen terhadap atas dasar harga konstan atau ADHK 2020. Sektor yang mengalami peningkatan terbesar adalah konstruksi dengan peningkatan Rp778 – 926 M atau 4,2 persen – 5,0  persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga menyebut, dampak PON langsung dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat umum.

“Dampak langsung dirasakan oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran yang tercermin pada peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen ke level 142, meningkat dari 124 pada triwulan II 2021,” kata Naek dalam kegiatan Bincang Bincang Media, di Kota Jayapura, Jumat (22/10/2021).

Menurutnya, UMKM yang turut berpartisipasi dalam PON XX diprakirakan turut mengalami peningkatan omzet hingga 60 persen. Sektor perdagangan diprakirakan mengalami peningkatan sebesar Rp52 – 105 miliar.

Kemudian, sektor transportasi dan pergudangan diprakirakan mengalami peningkatan sebesar Rp 71 – 110 M atau 1,94% (yoy) pada tahun 2021 yang didorong oleh peningkatan kuantitas maupun harga tiket pesawat.

Pelaksanaan PON XX, kata Naek, turut memberikan dampak terhadap peningkatan kebutuhan uang di masyarakat.

Sepanjang triwulan III 2021, tingkat kebutuhan uang tunai mengalami peningkatan yang tercermin dari Outflow KPwBI Papua. Peningkatan outflow ini terjadi hingga Rp679 miliar atau tumbuh 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Sementara itu, Bank Indonesia terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran dalam PON XX melalui peningkatan transaksi non-tunai antara lain QRIS, ATM, debet serta kredit. Peningkatan penggunaan QRIS di Papua tercermin dari peningkatan merchant QRIS dan juga nominal transaksi QRIS.

Hingga saat ini, merchant QRIS di Papua telah mencapai 78.886 usaha yang tersebar di seluruh Papua. Nilai Transaksi ATM dan debet Papua secara kumulatif periode Januari hingga Juli 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 6,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

“Transaksi menggunakan kartu kredit di Papua pada periode Januari-Juli 2021 tercatat tumbuh 4,47 persen” ucapnya. (Ari)