Bank Indonesia : Ekonomi Hijau, Potensi Ekonomi Baru bagi Papua

Kepala Tim Perumusan KEKDA Provinsi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua, Agni Alam Awirya

Keterangan gambar : Kepala Tim Perumusan KEKDA Provinsi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua, Agni Alam Awirya saat menyampaikan materi Potensi Sumber Pertumbuhan Baru Dan Dukungannya Bagi Pembangunan Ekonomi Provinsi Papua dalam kegiatan Capacity Building Wartawan Papua, di Hotel Mamaka, Kuta, Bali, Sabtu (11/6/2022). (Foto : Syahriah)

BALI, Potret.co – Tambang merupakan sumber daya tidak terbarukan yang suatu saat akan habis. Dengan kapasitas produksi perusahaan tambang utama di Papua yang hampir mencapai puncak, diprakirakan pertumbuhan ekonomi Papua dari sektor pertambang akan mencapai stagnansi.

Hal itu disampaikan Kepala Tim Perumusan KEKDA Provinsi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua, Agni Alam Awirya dalam kegiatan Capacity Building Wartawan Papua, di Hotel Mamaka, Kuta, Bali, Sabtu (11/6/2022).

Agni mengatakan, terdapat beberapa sektor non tambang utama yang dapat didorong untuk memberikan peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB) maupun penyerapan tenaga kerja secara signifikan.

Beberapa sektor tersebut terkait dengan perikanan, pertanian, dan pariwisata yang didalamnya terdapat hotel dan restoran, industri minyak nabati dan hewani, industri makanan dan minuman, industri pengolahan hasil laut dan industri barang kayu, rotan dan bambu.

‘’Ketiga sektor tersebut memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Papua kedepannya. Namun, terdapat tantangan pada sektor pariwisata, terutama terkait inflasi pada komoditas angkutan udara,’’ ujar Agni.

Selain sektor ekonomi potensial tersebut, terdapat potensi ekonomi bagi pengembangan ekonomi hijau bagi Indonesia, khususnya Provinsi Papua. Dengan hutan yang luas, kata Agni, ekonomi hijau menjadi salah satu potensi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Provinsi Papua,

Nilai potensi ekspor karbon di Voluntary Carbon Market (VCM) saat ini sebesar 180 juta dolar Amerika per tahun dengan luas hutan sebesar 434,81 Ha pada tahun 2020.

‘’Papua sendiri memiliki jumlah luas daratan kawasan hutan mencapai 29 juta hektar,’’ kata Agni.

Agni pun menyebut, untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis ekonomi hijau, Bank Sampah dan Desa Wisata dapat diterapkan di Papua. (Ari)