Banjir Rob Disertai Ombak Besar Terjang 3 Kampung di Distrik Amar

Satu unit jembatan rusak berat pasca diterjang banjir rob dan ombak besar di Distrik Amar, Mimika

Keterangan gambar : Satu unit jembatan rusak berat pasca diterjang banjir rob dan ombak besar di Distrik Amar, Mimika. (Foto : Istimewa)

MIMIKA, Potret.co – Banjir rob disertai ombak besar menerjang tiga kampung, Distrik Amar, Kabupaten Mimika, Papua. Tiga kampung yaitu Kampung Amar, Kampung Kawar dan Kampung Manuare. Meski tak ada korban jiwa, namun kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana tersebut cukup parah.

Data Pemerintah Kabupaten Mimika menyebutkan, di Kampung Amar terdapat 160 kepala keluarga (KK) dengan 569 jiwa. Di kampung ini 3 unit rumah hilang, 30 jiwa mengungsi, 7 rumah rusak sedang, 1 fiber hilang, 1 unit gapura rusak berat dan jembatan rusak berat.

Sementara, di Kampung Kawar dihuni 54 KK, 340 jiwa. 6 perahu fiber rusak berat, 3 perahu jonson 15 PK rusak, 4 rumah rusak sedang, 1 unit gardu tenaga solar rusak berat ( tidak berfungsi, baterai terendam), 1 unit jembatan rusak berat, 2 toilet umum rusak berat.

Seperti dua kampung lainnya, Kampung Manuare dengan populasi 195 jiwa dari 48 KK juga mengalami rusak parah. di kampung ini, 2 unit perahu fiber rusak berat, 6 unit perahu fiber rusak sedang, 1 jembatan rusak berat, 4 buah sumur air tertimbun dan jalan umum rusak.

Korban bencana alam saat ini membutuhkan air mineral lantaran sumber air sumur tercampur air laut, paket sembako, pakaian layak pakai, kebutuhan bayi dan balita, tenaga medis dan obat-obatan, seng (alat bangunan), alat penerangan/perbaikan gardu tenaga surya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana alam di tiga kampung di Distrik Amar, Pemerintah Kabupaten Mimika menyerahkan bantuan berupa beras sebanyak 3 ton.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan mengenai kerugian yang dialami oleh warganya.

Perahu fiber rusak berat pasca diterjang banjir rob dan ombak besar. (Foto : Istimewa)

“Pasukan Tagana saya kirim untuk bawa beras 3 ton ke Atuka dan Amar, bantuan dari Kementerian Sosial bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Mimika,” ucapnya.

Johannes mengatakan, telah memerintahkan tim tanggap darurat milik Baznas Kabupaten Mimika, Relawan Mimika dan Tim Baguna PDIP, untuk melakukan assesment dari pendataan kerugian yang dialami oleh warga, yang sudah dilakukan pihak kampung.

“Puji Tuhan dari bencana ini tidak ada korban jiwa. Tapi kalau berbicara kerugian material, tim relawan kita sudah melakukan pendataan,” kata Johannes dilansir dari Pasificpos.com, Sabtu (8/1/2022).

Dia menambahkan bahwa pihaknya tetap mencari solusi dalam membantu korban secepatnya. “

Pemda Mimika tidak menganggarkan dana siap pakai untuk bencana baik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah maupun Dinas Sosial,” kata Johannes. 

“Dari bencana ini menjadi pelajaran dan evaluasi bagi Pemda Mimika untuk menganggarkan dana siap pakai setiap tahun. Kita tidak ingin bencana terjadi, tapi bencana bisa datang sewaktu waktu,” imbuhnya. (Red)