Balai Besar POM Jayapura Sita Kosmetik Ilegal Senilai Lebih dari Rp146 Juta

Kepala BBPOM Jayapura, Mojaza Sirait bersama perwakilan instansi terkait merilis temuan kosmetik ilegal

Keterangan gambar : Kepala BBPOM Jayapura, Mojaza Sirait bersama perwakilan instansi terkait merilis temuan kosmetik ilegal. (Foto : Suriadi)

JAYAPURA, Potret.co – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan  (BBPOM) di Jayapura menyita ribuan pieces (bagian) kosmetik illegal dari kegiatan penertiban pasar di Kota Jayapura dan beberapa kabupaten di Papua.

Di Kota Jayapura jumlah sarana yang diperiksa sebanyak 16 sarana dan yang tidak memenuhi ketentuan dengan nilai ekonomi mencapai Rp25.576.000, terdiri dari 416 bagian produk kosmetik.

Kabupaten Kepulauan Yapen, jumlah sarana yang diperiksa adalah sebanyak 13 sarana, tiga diantaranya tidak memenuhi ketentuan dengan nilai Rp7.427.000 yang terdiri dari 437 bagian produk kosmetik.

Kabupaten Nabire jumlah sarana yang diperiksa sebanyak 18 sarana, 14 sarana tidak memenuhi ketentuan dengan nilai ekonomi Rp43.360.000, terdiri dari 2.305 pieces produk kosmetik.

Kabupaten Biak Numfor, jumlah sarana yang diperiksa adalah sebanyak 29 sarana,21 sarana yang tidak memenuhi ketentuan dengan nilai ekonomi Rp70.570.000, yang terdiri dari 3.196 pieces produk kosmetik.

‘’Total nilai ekonomi keseluruhan mencapai Rp146.933.000 dengan item sebanyak 6.354 pieces,’’ kata Mojaza Sirait selaku Kepala BBPOM Jayapura saat merilis hasil penertiban pasar, di Kantor BBPOM Jayapura, Selasa (2/8/2022).

Menurutnya, penertiban tersebut dalam rangka menurunkan tingkat peredaran kosmetik illegal atau yang mengandung bahan berbahaya dengan tujuannya melindungi masyarakat dari risiko kesehatan akibat penggunaan kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan.

Dikatakan, Pelaksanaan aksi penertiban tersebut dilakukan bersama instansi terkait antara  lain Kepolisian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Kesehatan setempat.  

Mojaza menegaskan bahwa tindak lanjut dari temuan tersebut adalah sanksi administrasi berupa peringatan dan surat pernyataan. Untuk sarana yang melakukan pelanggaran berulang , kata dia, akan dilakukan pendalaman apakah akan ditingkatlan ke proses hukum (Pro Justitia).

Selain itu, untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, BBPOM  Jayapura akan melakukan beberapa hal yaitu mendorong peningkatan peran pelaku usaha melalui bimbingan teknis tentang keamanan produk kosmetik.

Kemudian, pihaknya juga melakukan pemberdayaan masyarakat, peningkatan peran media massa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilih dan meneliti produk kosmetik sebelum dibeli atau digunakan.

Serta penyebaran pesan – pesan keamanan produk kosmetik melalui spanduk, media sosial, KIE (pemasangan alat peraga keamanaan pangan di toko, terminal dan pasar).

“Kepada para pelaku usaha agar menaati peraturan perundang – undangan dalam menjalankam usahanya, senantiasa menerapkan Good Distribution Practices/Good Retail Practices dan konsisten melakukan Self control,” ucapnya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat diharapkan lebih proaktif dalam memilih produk yang dibeli dan melaporkan kepada BBPOM Jayapura apabila ditemukan produk TIE, rusak, kedaluwarsa.

‘’Jadilah konsumen cerdas, ingat untuk selalu cek klik atau cek kemasan, cek label, cek ijin edar dan cek kedaluwarsa,” ujar Mojaza.

Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan berita terbaru dari BBPOM, mengecek suatu produk dengan memindai kode QR atau kode batang, serta mengirim pengaduan terhadap suatu produk dapat dilakukan melalui aplikasi BPOM mobile.

Masyarakat juga dapat melihat daftar produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya atau dilarang pada aplikasi public warning kosmetik BPOM. Aplikasi dapat diunduh pada Google Play Store, atau melalui call center halo pace 0811486215.

“Kami selalu melakukan penertiban  dan pembinaan serta pendampingan dan sosialisasi kepada para pelaku usaha dan masyarakat. Tujuanya adalah produk – produk yang beredar terdaftar di balai POM,” imbuhnya. (Sur)