Antrean Panjang Kendaraan Terjadi di SPBU Jayapura, Pertamina Bantah BBM Langka

Tampak antrean panjang kendaraan yang terjadi di salah satu SPBU yang ada di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (15/11/2021). (Foto : Irfan)

Keterangan gambar : Tampak antrean panjang kendaraan yang terjadi di salah satu SPBU yang ada di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (15/11/2021). (Foto : Irfan) 

JAYAPURA, Potret.co – Sudah beberapa hari ini warga di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua kesulitan membeli bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Akibatnya antrean panjang kendaraan di beberapa SPBU tidak terhindarkan. Bahkan sejumlah SPBU justru kehabisan stok BBM mulai dari jenis solar, dexlite, pertalite, pertamax hingga premium.

Dari pantauan Potret.co, bahkan di dua SPBU yang berada di Kota Sentani, baik itu di Jalan Raya Hawaii Sentani dan Jalan Raya Sentani dekat Traffic Light menuju Bandara Sentani, Kota Sentani terjadi antrean panjang lantaran warga memutuskan menunggu BBM tiba.

Situasi tersebut menyebabkan dua ruas jalan tersebut mengalami kemacetan karena antrean kendaraan sudah masuk ke badan jalan.

“Saya sudah keliling cari solar tapi susah sekali di SPBU ini, padahal tidak banyak yang pakai solar,” kata Leo, salah seorang sopir mobil truck, Senin (15/11/2021) siang.

Hal senada disampaikan Hana, warga Kota Sentani, Kabupaten Jayapura lainnya. Dia mengaku harus mengikuti antrean panjang di SPBU demi mengisi mobil minibus miliknya.

“Semua SPBU di Sentani antre panjang, dan saya sampe 6 jam mengantre. Apalagi bahan bakar yang saya mau beli ini jenis pertalite, tapi sudah habis dari tiga hari lalu mulai sejak Sabtu (13/11/2021),” katanya.

Meski SPBU mengalami kekosongan BBM, namun sejumlah warung atau kios pinggir jalan justru menjual BBM jenis solar, pertalite dan premium secara eceran. Kondisi ini membuat warga geram.

“Bagaimana kami tidak geram, yang jual BBM di pinggir jalan malah banyak. Apalagi saya mau isi pertalite sejak hari Sabtu (13/11) dan Minggu (14/11) lalu tidak bisa karena semua SPBU di Kota Sentani hingga ke Kota Jayapura kekosongan BBM,” kata Ello, warga lainnya.

BBM yang langka ini juga terjadi di sejumlah SPBU yang ada di Kota Jayapura, Papua.

 

Pertamina Bantah Isu Kelangkaan BBM

 

Dikonfirmasi melalui telepon seluler, Edi Mangun selaku Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Papua Maluku – PT Pertamina Sub Holding Commercial & Trading membantah isu terjadinya kelangkaan BBM di Kota Sentani dan sekitarnya, serta di Kota Jayapura.

Edi mengatakan bahwa stok BBM untuk semua jenis di depot Pertamina MOR VIII masih cukup hingga sepekan kedepan.

“Bahkan tadi pagi kapal pengangkut BBM masuk untuk mendistribusikan BBM ke depot. Jadi tidak ada kelangkaan, tadi mobil tangki pengangkut BBM juga masih melakukan pendistribusian ke SPBU. Tiga hari lagi ada kapal masuk untuk drop BBM ke Jayapura setelah Biak. Kami selalu menjaga ketahanan stok jangan sampai kurang dari 10 hari,” jelasnya.

Edi menegaskan, akan terlihat dengan jelas apabila terjadi kelangkaan BBM. Dia mencontohkan jika beberapa SPBU secara bersamaan tutup selama 24 jam.

“Yang terjadi semua SPBU di Kota Sentani dan Kota Jayapura masih buka dan melayani pembeli. Saya melihat ini terjadi panic buying, mungkin dampak dari kejadian di Sorong yang berimbas juga ke Manokwari beberapa hari lalu, orang berbondong-bondong ke SPBU,” kata Edi.

Edi mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan meminta tetap tenang lantaran pihaknya memastikan ketahanan stok BBM aman. “Kami juga imbau masyarakat tidak mempercayai informasi tidak benar,” kata Edi.

“Untuk suplai BBM ke SPBU, kami sesuaikan permintaan masing – masing SPBU. Dan suplai BBM ke SPBU dilakukan Senin sampai Sabtu. Kalau hari Minggu tidak ada suplai, biasanya SPBU hanya meminta kuota setengah hari penjualan untuk hari Minggu,” jelasnya. (Irf/Ari)