Antrean Panjang di SPBU Terus Terjadi, Bupati Jayapura Minta Masyarakat Tetap Tenang

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw saat di wawancara.

Keterangan gambar : Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw. (Foto : Irfan)

JAYAPURA, Potret.co – Antrean panjang kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di tiga SPBU di Kabupaten Jayapura, yakni di SPBU Hawaii, SPBU Kota Sentani dan SPBU Doyo Baru terus terjadi.

Antrean ini sudah terjadi sejak Juni hingga awal Juli ini saat BBM jenis Pertalite tersedia di SPBU tersebut dan membuat resah masyarakat.

Selain sulit mendapat BBM, masyarakat juga mengkhawatirkan terjadinya kenaikan tarif transportasi secara sepihak dan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok lainnya di Kabupaten Jayapura.

Dari pantauan wartawan Potret.co, antrean panjang akan terurai dengan sendirinya saat BBM yang tersisa jenis Pertamax.

Menyikapi hal ini Bupati Jayapura Mathius Awoitauw meminta masyarakat tetap tenang dan menunggu regulasi yang akan dikeluarkan pemerintah, mengingat baru saja dilakukan pergantian Menteri Perdagangan (Mendag) RI oleh Presiden Joko Widodo.

“Itu adalah kebijakan negara dan sekarang Menteri Perdagangan yang baru melihat bisnis itu seperti apa, kelancarannya di pasar atau masyarakat. Kita tunggu saja, yang penting ada regulasi ditegakkan itu saya pikir semua bisa mendapat pelayanan yang terbaik,” ujar Bupati, Senin (4/7/2022).

Dia juga meminta pihak Kepolisian untuk tidak segan bertindak tegas apabila terindikasi ada pihak lain yang memanfaatkan situasi ini dengan melakukan penimbunan BBM atau mencari keuntungan pribadi.

“Kita minta polisi lebih tegas untuk hal-hal itu. Jadi, posisikan diri sebagai pengawas, ya begitu saja. Supaya semua ini bisa lancar, jadi kalau ada gerakan seperti itu polisi sudah tahu, jangan ada lagi begitu,’’ ucapnya.  

Bupati mengatakan, meminta aparat penegak hokum melakukan tindakan tegas bagi oknum yang memanfaatkan situasi tersebut lantaran masyarakat kurang memahami mengenai bisnis BBM.

‘’Yang masyarakat tahu bahawa mereka bisa membeli, yaitu ada uang ada barang. Kalau masyarakat dipermainkan dengan harga naik, maka mereka mengalami kesulitan juga. Itulah yang kita harapkan, hukum yang dilakukan harus lebih tegas lagi. Supaya tidak ada lagi penimbunan BBM,” kata Bupati.

Untuk itu, Bupati Jayapura dua periode ini berharap ketegasan pihak-pihak terkait untuk menjaga kestabilan harga BBM di daerah tersebut dengan menjaga ketersediaan yang cukup, tindakan hukum kepada yang melakukan praktek menimbun BBM.

Dia menegaskan bahwa dengan adanya penegakan hukum secara tegas ini, akan memberi rasa aman di tengah masyarakat. Karena pada prinsipnya, masyarakat hanya ingin ada BBM yang tersedia cukup untuk memenuhi hajat hidup mereka.

Bupati mengatakan, kelangkaan BBM juga berdampak efek domino, yaitu kenaikan harga di tingkat pengecer dan juga berimbas pada meningkatnya biaya produksi serta kenaikan harga komoditi terlebih bahan kebutuah pokok. (Irf)