9 Bulan Ditutup, Gedung SMPN 1 Sentani Kini Dibuka Kembali

Penyerahan kunci dari Ahli Waris pemenang gugatan atas lahan SMPN 1 Sentani, Arthur Ondi kepada kepala sekolah SMP N 1 Sentani Yokbeth Wally, M.Pd.

Keterangan gambar : Penyerahan kunci dari Ahli Waris pemenang gugatan atas lahan SMPN 1 Sentani, Arthur Ondi kepada pihak sekolah yang diterima oleh kepala sekolah SMP N 1 Sentani Yokbeth Wally, M.Pd. (Foto : Istimewa)

JAYAPURA, Potret.co – Ratusan Siswa-siswi dan guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Sentani kini telah kembali melaksanakan aktivitas belajar mengajar dengan menggunakan gedung sekolah SMPN 1 Sentani yang berlokasi di Jalan Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (5/9/2022).

Dibukanya kembali aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut, ditandai dengan upacara bendera perdana setelah kurang lebih sembilan bulan lamanya ditutup oleh ahli waris pemenang gugatan atas kepemilikan lahan SMPN 1 Sentani.

Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI Juinta Omboh Sembiring dipercayakan oleh pihak sekolah untuk memimpin upacara perdana tersebut.

Danrem menyampaikan dengan dibukanya kembali sekolah tersebut, diharapkan siswa lebih aktif untuk mengikuti proses belajar mengajar.

“Kita harus bersyukur saat ini sudah bisa kembali bersekolah di sini atas kerjasama seluruh pihak termasuk tokoh adat. Saya pikir kita jangan lihat ke belakang dulu tetapi yang terpenting kita bisa sekolah lagi,” ucapn Danrem.

Sebelumnya, saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Jayapura pada 31 Agustus lalu, Presiden Joko Widodo berjanji menyelesaikan permasalahan pertanahan di sekolah SMPN 1 Sentani, Kabupaten Jayapura.

Hal tersebut berlangsung saat Presiden dalam perjalanannya mengunjungi Kantor Pos Sentani melihat aksi demo yang dilakukan oleh siswa dan orang tuanya. Dimana mereka berjuang ingin bertemu langsung dengan Presiden. Melihat hal ini, pihaknya langsung meminta Paspampres untuk memanggil perwakilan tiga orang ibu-ibu yang merupakan orang tua murid.

Tiga orang perwakilan tersebut meminta bantuan kepada Presiden terkait dengan persoalan pemalangan yang terjadi di sekolah SMPN 1 Sentani.

Atas pengaduan mereka, Presiden kemudian meminta kepada pihak terkait untuk secepatnya menyelesaikan persoalan itu agar para siswa dapat kembali sekolah.

Danrem 172 PWY Brigjen TNI J.O Sembiring memimpin upacara perdana di SMP Negeri 1 Sentani

Kejadian beberapa waktu lalu tersebut, menurut Danrem adalah hal yang luar biasa. Menurutnya, kejadian yang tidak biasa namun menghasilkan sebuah kebahagiaan bagi anak-anak.

Usai upacara dilanjutkan dengan penyerahan kunci dari Ahli Waris pemenang gugatan atas lahan SMPN 1 Sentani, Arthur Ondi,  kepada pihak sekolah yang diterima oleh kepala sekolah SMP N 1 Sentani Yokbeth Wally, M.Pd.

Nelson Yohosua Ondi mewakili Ahli Waris menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Ir. Joko Widodo yang telah menyelesaikan persoalan masalah sewa lahan SMPN 1 Sentani melalui Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia.

“Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Presiden RI Ir. Joko Widodo dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang telah membantu membayarkan uang sewa kepada kami Ahli Waris Pemenang atas gugatan kepemilikan Lahan SMPN 1 Sentani ini,” ucapnya.

Salah satu guru, Dolfina Ohee mengungkapkan kegembiraannya atas dimulainya kembali aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.

“Saya sangat senang sekali karena bisa kembali ke sekolah awal. Selama ini kami melaksanakan proses belajar mengajar di SD Abeale 1 dan 2, SD YPK Martin Luther dan SD Kemiri mulai dari jam 13.00 siang sampai jam 15.00 sore,” ujarnya.

Pihaknya berharap agar kedepan tidak ada lagi kasus seperti ini. “Kami berharap SMPN 1 Sentani tidak dipindahkan dari Kota Sentani sebab kami satu-satunya sekolah negeri di sini, sehingga kami bisa bersaing dengan sekolah-sekolah swasta yang ada di Kota Sentani ini,” harapnya.

Sementara itu, salah satu siswa, Beni, menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Ir. Joko Widodo sehingga mereka bisa kembali lagi ke sekolahnya.

“Saya sangat senang bisa kembali ke sini, jadi kami bisa masuk pagi lagi, tidak masuk siang seperti di sekolah sementara kemarin. Kami mau disini di sekolah SMPN 1 Sentani,” ucap Beni. (Red)