8 Bulan Prakerin di PT AMA, 90 Siswa SMKN 5 Penerbangan Dikembalikan ke Sekolah

Keterangan Gambar : Kepala SMK Negeri 5 Penerbangan Waibhu Sentani saat menyerahkan souvenir kepada pihak penerbangan PT AMA Jayapura di Kantor Pusat Penerbangan AMA Jayapura. (Foto: Irfan/Potret.co)

Sentani, Potret.co – 90 siswa SMK Negeri 5 telah menyelesaikan praktek karya industri (prakerin) di PT AMA Jayapura. Prakerin tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan di bidang teknisi pesawat.

“Prakerin itu bertujuan, agar siswa-siswi tersebut dapat mengenal lebih jauh dan lebih jelas lagi mengenai peralatan dan metode kerja teknisi pesawat yang mereka sudah peroleh melalui teori di sekolah,” ucap Kepala SMK Negeri 5 Penerbangan Waibu Sentani, Budi Rianto.

Dia mengatakan, kegiatan praktik yang dilakukan oleh puluhan siswanya itu sudah dimulai sejak September 2020 lalu dan berlangsung hingga Mei 2021.

“Prakerin merupakan kewajiban dari para siswa-siswi SMK Penerbangan untuk mendapatkan ilmu di dunia industri yang sebenarnya. Sehingga apa yang didapatkan sebelumnya di sekolah bisa langsung dipraktikan secara langsung,” kata Budi, Senin (31/5/2021).

“Kami juga sangat berterimakasih kepada PT AMA yang sudah memberikan ruang dan waktu kepada anak-anak kami untuk melaksanakan prakerin selama kurang lebih delapan bulan ini. Perusahaan ini “ lanjut dia.

Menyoal penyerapan tenaga kerja bagi lulusan SMK Penerbangan, Budi mengatakan, masih sangat kurang lantaran belum memenuhi standar yakni harus memiliki basic lisensi minimal A1 atau A4.

“Untuk itu, perlu ada pendidikan lanjutan dan tentunya membutuhkan biaya tidak sedikit. Kami berharap, pemerintah daerah dapat memperhatikan ini dengan menyediakan biaya bagi anak – anak tersebut untuk melanjutkan pendidikan,” ucapnya.

Manager Teknik PT AMA, Norbertus Tunyanan mengatakan, praktik yang diberikan selama ini kepada siswa tersebut secara umum tentang yang akan dihadapi di dunia industri.

“Mereka bisa lihat bagaimana kita bisa inspeksi pesawat, bagaimana over all pesawat, apa itu engine yang mereka terima di sekolah. Disini mereka turun langsung dan melihat semuanya seperti mesin mesin pesawat, piston, turbin dan sebagainya,” jelasnya.

Dia menekankan kepada seluruh siswa prakerin agar memiliki sikap disiplin waktu mencakup bagaimana siswa tersebut mengatur waktu dari rumah atau tempat tinggal sampai memasuki tempat kerja. Karena disiplin ini merupakan kunci utama bagi setiap orang untuk bisa melakukan segala hal yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawabnya.

“Saya tekankan ke mereka adalah disiplin, karena itu kunci utama. Harus dimulai dari diri kita dulu. Ada beberapa yang tidak disiplin, kami kembalikan ke sekolah,” kata Norbertus. (fan)